2. Model Pembelajaran
MODEL PEMBELAJARAN π‘
Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual atau *blueprint* yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasi pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ia berfungsi sebagai panduan yang lengkap dan menyeluruh, mencakup filosofi, prinsip, urutan sintaks (langkah-langkah), lingkungan belajar, dan sistem sosial yang diperlukan.
Model pembelajaran bersifat lebih luas dan komprehensif dibandingkan dengan metode pembelajaran.
Perbedaan antara Model dan Metode Pembelajaran
Meskipun sering digunakan bergantian, model pembelajaran dan metode pembelajaran memiliki perbedaan mendasar:
1. Model Pembelajaran (The Blueprint) πΊοΈ
Model adalah spesifikasi teoritis yang mengatur semua aspek pengajaran dan pembelajaran.
Cakupan: Luas dan Menyeluruh. Mencakup keseluruhan filosofi, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, dan urutan langkah (sintaks).
Fungsi: Panduan Dasar. Berfungsi sebagai kerangka acuan yang memberikan nama, filosofi, dan kerangka kerja besar untuk proses belajar.
Contoh: Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), Discovery Learning, Inquiry Training, Cooperative Learning.
Sintaks: Memiliki urutan langkah yang baku dan cenderung tidak dapat diubah.
2. Metode Pembelajaran (The Tool/Technique) π οΈ
Metode adalah cara operasional yang digunakan guru untuk menyampaikan materi dalam aktivitas belajar-mengajar.
Cakupan: Sempit dan Teknis. Fokus pada penyampaian materi dalam langkah-langkah tertentu atau kegiatan spesifik.
Fungsi: Alat Operasional. Berfungsi sebagai teknik taktis yang digunakan di dalam sebuah model untuk mencapai tujuan.
Contoh: Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Demonstrasi, Simulasi.
Sintaks: Tidak memiliki urutan langkah yang baku; lebih fleksibel dan dapat digunakan sebagai bagian dari model.
Analogi Sederhana
Untuk mempermudah pemahaman, bayangkan analogi pembangunan:
Model Pembelajaran adalah arsitek yang merancang seluruh blueprint rumah (filosofi, tata letak, fungsi ruangan).
Metode Pembelajaran adalah tukang yang menggunakan alat spesifik (palu, gergaji, sekop) untuk mengimplementasikan blueprint tersebut.
Anda bisa menggunakan Metode Ceramah (alat) untuk menjelaskan background masalah dalam Model Problem-Based Learning (kerangka besar).
Contoh Model Pembelajaran dan Sintaksnya
1. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
Sintaks / Langkah-langkah:
Menentukan tujuan & mempersiapkan siswa β Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.
Mendemonstrasikan pengetahuan/keterampilan β Guru memberi contoh atau penjelasan materi.
Latihan terbimbing β Siswa berlatih dengan bimbingan guru.
Pemberian umpan balik β Guru memberi koreksi dan penguatan.
Latihan mandiri β Siswa mengerjakan soal/tugas tanpa bimbingan langsung.
2. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning β Tipe Jigsaw)
Sintaks / Langkah-langkah:
Menyampaikan tujuan & memotivasi β Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
Membentuk kelompok asal β Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen.
Membagi materi β Setiap anggota mendapat bagian materi tertentu.
Diskusi kelompok ahli β Anggota dengan bagian sama bertemu, mendiskusikan, lalu kembali ke kelompok asal.
Presentasi kelompok asal β Setiap anggota menjelaskan bagian materinya.
Evaluasi dan Pemberian Penghargaan β Guru memberikan tes individual dan/atau penghargaan kelompok.
3. Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Training)
Sintaks / Langkah-langkah:
Orientasi β Guru memaparkan masalah dan memotivasi siswa untuk melakukan penyelidikan.
Merumuskan Masalah β Siswa mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan diselidiki.
Merumuskan Hipotesis β Siswa membuat dugaan atau jawaban sementara atas masalah.
Mengumpulkan Data β Siswa mengumpulkan informasi untuk menguji hipotesis.
Menguji Hipotesis β Siswa menganalisis data dan menghubungkan dengan hipotesis untuk membuat kesimpulan.
Merumuskan Kesimpulan β Siswa membuat pernyataan akhir untuk menjawab masalah.
4. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
Sintaks / Langkah-langkah:
Stimulasi (Pemberian Rangsangan) β Siswa dihadapkan pada situasi/materi yang menimbulkan masalah.
Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statement) β Siswa mengidentifikasi masalah utama dan merumuskannya.
Pengumpulan Data (Data Collection) β Siswa mencari dan mengumpulkan informasi yang relevan.
Pengolahan Data (Data Processing) β Siswa mengolah, mengelompokkan, dan menganalisis data yang diperoleh.
Pembuktian (Verification) β Siswa menguji hasil pengolahan data untuk membuktikan kebenaran konsep atau penemuan.
Menarik Kesimpulan (Generalization) β Siswa merumuskan prinsip atau generalisasi dari hasil penemuan.
5. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning / PJBL)
Sintaks / Langkah-langkah:
Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start with the Essential Question) β Guru mengajukan pertanyaan yang memicu proyek.
Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project) β Siswa merencanakan jadwal, sumber daya, dan prosedur proyek.
Menyusun Jadwal (Create a Schedule) β Siswa membuat jadwal dan alokasi waktu untuk menyelesaikan proyek.
Memonitor Siswa dan Kemajuan Proyek (Monitor the Students and the Progress) β Guru memantau, memfasilitasi, dan membimbing siswa.
Menguji Hasil (Assess the Outcome) β Siswa mempresentasikan proyek, guru mengevaluasi produk dan proses.
Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience) β Siswa dan guru merefleksikan proses dan hasil proyek (refleksi).
6. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning / PBL)
Sintaks / Langkah-langkah:
Orientasi siswa pada masalah β Guru menyajikan masalah autentik kepada siswa.
Mengorganisasi siswa untuk belajar β Siswa diorganisasi untuk meneliti masalah (kelompok).
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok β Siswa mengumpulkan data dan melakukan eksperimen.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya β Siswa menyusun laporan dan mempresentasikan solusi.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah β Siswa merefleksikan proses yang telah dilakukan.
Perbedaan Fokus Aktivitas Model *PBL* (Masalah) dan *PJBL* (Proyek)
Meskipun keduanya melibatkan pemecahan masalah dan berpusat pada siswa, fokus utamanya berbeda:
1. Problem-Based Learning (PBL) - Berbasis Masalah π€
Fokus Utama: Mencari **solusi teoritis** atau jawaban atas masalah nyata. Proses berpikir (*how to solve*) lebih diutamakan daripada produk fisik.
Masalah: Digunakan sebagai **pemicu** untuk memperoleh pengetahuan baru. Masalah dipecahkan untuk mendapatkan pemahaman.
Hasil Akhir: **Solusi, laporan, rekomendasi, atau presentasi** yang menjelaskan pemecahan masalah secara konseptual.
Durasi: Dapat diselesaikan dalam jangka pendek hingga menengah.
2. Project-Based Learning (PJBL) - Berbasis Proyek π οΈ
Fokus Utama: Menciptakan **produk atau karya nyata** (*tangible output*) yang menjawab tantangan. Produk adalah inti proses.
Masalah: Digunakan sebagai **kerangka** untuk membuat proyek. Pengetahuan didapatkan saat proses merancang dan membuat.
Hasil Akhir: **Produk fisik/digital** (video, model, aplikasi, pameran, dll.) yang dipamerkan atau dipresentasikan.
Durasi: Jangka panjang (membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu).
Perbandingan Aktivitas Model *Inquiry*, *Discovery*, dan *PBL* (Masalah)
Ketiga model ini berpusat pada penyelidikan, tetapi berbeda dalam tingkat bimbingan dan hasil yang diharapkan:
1. Inkuiri (*Inquiry*)
Tingkat Bimbingan: Umumnya **Inkuiri Terbimbing** (guru menentukan masalah, siswa mencari hipotesis dan data).
Tujuan: Mengembangkan kemampuan **berpikir ilmiah** (merumuskan hipotesis dan mengujinya).
Jenis Masalah: Abstrak, membutuhkan pembuktian logis atau ilmiah.
2. Penemuan (*Discovery*)
Tingkat Bimbingan: Guru memberikan data/contoh, siswa **menemukan sendiri** konsep atau prinsip universal yang sudah mapan.
Tujuan: Mencapai **pemahaman konseptual** melalui pengalaman dan manipulasi informasi.
Jenis Masalah: Terstruktur, fokus pada penemuan konsep tunggal.
3. Problem-Based Learning (PBL) - Berbasis Masalah
Tingkat Bimbingan: Bimbingan terjadi selama proses penyelidikan dan pengembangan solusi masalah **autentik** (*real-world*).
Tujuan: Mengembangkan kemampuan **pemecahan masalah** dan pembelajaran mandiri (mandiri mencari pengetahuan untuk memecahkan masalah).
Jenis Masalah: Kompleks, autentik, dan multi-jawaban (solusi bisa beragam).
